4 Warisan Budaya Keraton Yogyakarta

Sebagai salah satu budaya yang masih ada hingga kini, Keraton Yogyakarta memiliki banyak warisan budaya. 4 di antaranya adalah:

1. Tumplak Wajik

Tahu wajik, kan? Itu lho, makanan yang terbuat dari beras ketan dan gula kelapa. Acara ini merupakan rangkaian dari acara gerebeg. Dua hari sebelum acara gerebeg, diadakan acara pembuatan wajik. Acara ini dihadiri oleh para pembesar Keraton. Pada saat berlangsungnya acara, alunan musik terus mengalun. Alat musik yang dimainkan adalah kenthongan, lesung-alu (alat penumbuk padi), dan alat musik yang terbuat dari kayu lainnya. Unik, ya!

2. Gerebeg

Dilaksanakan untuk memperingati Maulid Nabi, Idul Fitri, dan tanggal 10 bulan bulan keduabelas pada kalender hijriah. Oleh karena itu disebut Grebeg Mulud dan Grebeg Besar. Pada upacara ini dibuat pareden kakung dan pareden estri, yaitu gunungan yang terbuat dari wajik yang sudah dibuat pada saat Tumplak Wajik. Tujuan dari upacara ini adalah pemberian sedekah atas rasa syukur pihak Keraton kepada Tuhan YME.

3. Sekaten

Yaitu perayaan peringatan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Upacara ini dilaksanakan selama satu minggu. Alat-alat musik dari Keraton dikeluarkan untuk menghibur masyarakat dan sebagai penanda dimulainya Sekaten. Alat-alat musik tersebut adalah Gamelan Sekati, KK Guntur Madu, KK Nagawilaga. Selain itu juga diselenggarakan pasar malam selama sebulan, sebelum perayaan Sekaten.

4. Siraman Pusaka

Upacara ini tertutup, hanya bagi keluarga kerajaan. Yaitu upacara pencucian benda-benda pusaka yang ada di Keraton, seperti keris dan kereta kuda. Acara ini diadakan setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa.

Keempat upacara tersebut menjadi warisan budaya yang sangat menarik untuk disaksikan.