Aktualisasi Diri Boleh, Asal Tidak Mengancam Jiwa

Salah satu episode tayangan On The Spot di Trans7 mengangkat tema tentang selfie. Faktanya, banyak wisatawan yang menjadi korban akibat selfie. Bahkan, kematian karena selfie lebih banyak daripada kematian karena digigit ikan hiu.

Teman-Teman, jalan-jalan ke tempat yang belum pernah didatangi memang sangat mengasyikkan. Kamu bisa membuktikan kata-kata orang sebelumnya yang datang ke tempat itu, tentang keindahan dan kecanyikan tempat tersebut. Kamu bisa menyaksikan kehebatan tempat wisata itu dengan mata kepala sendiri.

Kamu pun sangat antusias mengabadikan tempat tersebut dengan kamera andalan. Bukan hanya itu. Kamu juga butuh pengakuan bahwa kamu pernah mengunjungi tempat itu. Kamu akan mengunggahnya di media sosial, demi pengakuan dan aktualisasi diri.

Semua itu boleh saja, asalkan kamu lebih hati-hati. Kamu harus lebih menyadari bahaya yang mengancam dan tidak memaksakan berfoto selfie, jika tempatnya memang tidak memungkinkan. Jangan pernah memaksakan diri demi mendapatkan foto yang mungkin akan dianggap hebat oleh para pengguna media sosial.

Nyawamu jauh lebih berharga dari apapun, apalagi bila dibandingkan dengan selembar foto selfie. Inilah yang harus kamu sadari.

Bukan berlebihan jika banyak negara yang memasang peraturan ketat tentang larangan foto selfie. Contohnya, Rusia. Negara ini sudah menetapkan aturan, dilarang berfoto selfie di tempat-tempat berbahaya, seperti jalan raya, tebing curam, berfoto sambil memegang senjata, foto di depan hewan buas yang tidak ditempatkan di kandang yang aman, dan beberapa tempat lainnya.

Mulai saat ini, jika kamu mengunjungi tempat-tempat wisata, selain harus berhati-hati saat di perjalanan, juga harus jaga diri pada saat selfie.