Tak Perlu Berusaha Memuaskan Semua Orang Karena Kita Memang Tidak Dilahirkan Untuk Itu

Kamu sudah berusaha berpakaian sesopan mungkin. Tapi …..

Ah, sedihnya. Kamu kena masalah lagi. Sebetulnya bukan benar-benar kesalahanmu, sih. Kamu hanya kena getahnya.

Kamu sudah berusaha berpakaian sesopan mungkin. Pakaiannya pun disesuaikan dengan setiap acara yang kamu hadiri. Tapi, ada saja orang yang mengatakan bahwa gaya berpakaianmu kurang gaul. Orang yang lain lagi mengomentari sepatumu yang menurutnya terlalu jadul.

Pada persoalan lain, kamu yang sedang senang-senangnya karena baru saja punya bayi, mendapat banyak keluhan. Katanya, kamu kurang pandai mengasuh bayi lah, tidak bisa membuat makan bayi, tidak pintar memilih pakaian yang nyaman untuk bayi, dan lain-lain, dan lain-lain.

Betapa lelahnya kamu. Kegiatan sehari-hari saja sudah begitu menguras tenaga dan mental. Ini masih ditambah lagi dengan omongan-omongan yang menyudutkan.

Kamu memang tidak bisa memuaskan semua orang. Kamu ya kamu. Bukan dia. Bukan mereka.

Kamu harus menjadi diri sendiri. Orang memberi masukan, saran, ataupun kritik, boleh-boleh saja. Tapi kamu tidak harus sepenuhnya memenuhi keinginan semua orang.

Apa yang kamu lakukan adalah keputusanmu. Pilih saran yang sesuai dengan dirimu. Selebihnya, ambil yang baik dan buang yang buruk.

Kamu tahu apa jadinya kalau terlalu berusaha memuaskan keinginan banyak orang?

Kamu bisa stres. Lelah lahir batin. Kalaupun kamu berhasil memuaskan keinginan satu orang, orang yang lain juga masih tetap protes, kok. Sebab, keinginannya berbeda dengan keinginan orang yang berhasil kamu turuti kemauannya.

Hidup ini milik kamu. Kamu yang harus menentukan langkah sendiri.

Bukan mereka.