Barang Diskon yang Menggiurkan, Haruskah Dibeli?

Sinar matamu langsung berbinar-binar ketika melihat iklan di TV. Ada program diskon gila-gilaan di sebuah mall. Mumpung habis gajian, kamu nggak mau ketinggalan. Terbayang sudah berbagai barang idaman, yang akan membuatmu senang ketika memilikinya.

Baju, sepatu, TV, tempat tidur, tas, dompet … waahh! Banyak!

Pada hari pertama diskon digelar, kamu bergegas ke mall. Kamu tidak mau kehabisan barang-barang bagus, jadi mengusahakan untuk datang sepagi mungkin.

Sampai di sana, kamu pun melepas hasrat berbelanja yang sudah menggebu-gebu sejak kemarin.

Ternyata, bukan hanya barang-barang yang kamu incar yang kamu beli. Barang lucu lainnya juga sangat menggoda. Kamu tidak bisa meninggalkan kaus kaki lucu, topi keren, dan aksesoris-aksesoris imut lainnya. Semuanya kamu bawa ke kasir dan menebusnya dengan lembaran-lembaran merah hasil keringat selama sebulan terakhir.

Kamu pun pulang dengan hati bahagia. Sampai rumah, kamu membongkar semua belanjaan, dengan wajah ceria. Kamu mulai menyusun barang-barang itu satu per satu.

Baju, dimasukkan ke dalam lemari. Tapi, oh, lemarimu sudah tidak muat. Kamu meneliti lagi isi lemarimu. Siapa tahu ada baju yang bisa dikeluarkan untuk disumbangkan ke orang lain. Eh, adanya baju-baju baru yang minggu lalu baru kamu beli dari online shop. Juga, beberapa celana panjang yang sua minggu lalu baru kamu bawa, hasil cuci mata di mall bareng sahabat. Syal-syal indah yang belum sempat kamu pakai, nggak mungkin dikeluarkan dari lemari. Akhirnya, baju-baju yang baru kamu beli ini, kamu masukkan kembali ke dalam plastik pembungkusnya.

Setelah dilihat-lihat, hampir semua barang yang kamu borong dari acara diskonan, belum dibutuhkan saat ini, alias tidak mendesak.

Tiba-tiba, kamu terbelalak ketika melihat dompet. Gajian masih tiga minggu empat hari lagi! Dan … isi dompet kamu sudah ludes!

Saat itulah kamu abru mneyadari, barang-barang yang kamu beli dengan sukacita, dengan gegap gempita, dengan penuh semangat, ternyata belum benar-benar dibutuhkan. Kamu hanya tergiur diskonan yang memang menggiurkan.

Hmmm … sekarang waktunya kamu menyadari, bahwa tidak semua barang yang didiskon dengan sangat menggiurkan, tidak harus dibeli.

Apalagi, kalau kamu tidak benar-benar memerlukannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *