Borobudur – Situs Warisan Dunia yang Terus Berdiri Kokoh

Tidak disangka …

Salah satu kebanggaan Indonesia, Borobudur merupakan candi purbakala yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Ketenarannya sudah mencapai ke berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tempat wisata ini menjadi salah satu tempat wisata yang pengunjungnya bukan hanya wisatawan dalam negeri tetapi juga wisatawan mancanegara. Bahkan, saking banyaknya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Borobudur, candi ini menjadi tempat para pelajar untuk mencari native speaker untuk melatih bahasa Inggris mereka.

Hingga saat ini, belum ditemukan bukti tertulis tentang tanggal pembangunan Borobudur dan siapa yang membangunnya. Namun, menurut perkiraan para ahli sejarah, candi ini kemungkinan besar didirikan di jaman dinasti Sailendra sekitar abad ke 8. Menurut perkiraan juga, diperlukan waktu hingga 75 tahun untuk membangun candi ini hingga selesai.

Candi Borobudur pernah menjadi candi yang ditelantarkan dan tertimbun oleh debu vulkanik hingga akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh seorang teknisi Belanda yang diperintah oleh Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles untuk mencari monument besar yang menurut sejarah Jawa terkubur di pedalaman hutan dekat Yogyakarta.

Candi Borobudur menjalani restorasi besar pada tahun 1907 oleh Pemerintah Belanda pada waktu itu yang mengembalikan sebagian candi. Kemudian, diadakan perhitungan untuk melakukan restorasi penuh pada tahun 1956 oleh UNESCO yang dilanjutkan dengan proyek restorasi besar di tahun 1968 yang berlangsung sampai tahun 1983. Setelah candi kembali berdiri kokoh dan bersih, akhirnya Borobudur dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.

Lokasinya berada di Magelang, Jawa Tengah. Magelang bisa diakses langsung dari Jakarta dan berbagai kota lainnya di pulau Jawa. Namun, yang paling sering dilakukan adalah melalui Yogyakarta atau Semarang. Dari bandara atau dari stasiun kereta, perjalanan ke Borobudur bisa dilanjutkan dengan mencarter mobil atau bis. Dari bandara Adi Sucipto, ada bis langsung yang menuju Borobudur.

Komplek Candi Borobudur sendiri terbuka untuk umum sejak jam 6 pagi hingga jam 5 sore dengan biaya masuk yang cukup terjangkau bagi wisatawan Indonesia. Ada kemungkinan juga untuk menikmati terbitnya matahari dari atas candi, tetapi wisatawan harus mengikuti tur khusus yang diadakan oleh pihak swasta. Dengan mengikuti tur ini, wisatawan bisa memasuki area candi sejak pukul setengah lima pagi.

Untuk memasuki candi, wisatawan harus menggunakan sarung yang disediakan oleh pihak pengelola. Sarung ini gratis dan bisa didapatkan di pos sebelum memasuki candi. Sebelum keluar candi, sarung harus dikembalikan di pos yang ada di dekat pintu keluar.

Saat sampai di Borobudur, tiga hal paling menarik yang jangan sampai terlewatkan adalah:

  1. Relief dinding candi. Dinding-dinding candi Borobudur dipenuhi oleh relief yang menceritakan perjalanan Budha dimulai dari tingkat pertama candi hingga tingkat atas. Jika ingin mengetahui jalan ceritanya, ada banyak pemandu wisata yang siap menceritakan arti dari setiap relief.
  2. Patung Budha dalam stupa. Di bagian tengah setelah melewati beberapa tangga, dapat ditemukan stupa-stupa berlubang yang didalamnya terdapat patung Budha. Stupa-stupa ini sangat cantik dan indah untuk dijadikan latar belakang foto. Tetapi, jangan menaiki stupa karena bisa merusak stupa. Cukup berdiri didekatnya jika ingin mengambil foto.
  3. Stupa utama. Dipuncak candi, terdapat stupa utama yang sangat besar. Tempat ini juga merupakan lokasi pengambilan foto paling populer karena merupakan perjalanan puncak di Borobudur.

Karena Borobudur merupakan situs yang sangat berarti bagi Indonesia, jagalah candi ini dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak candi seperti mencoret dinding, menaiki stupa, dan membuang sampah sembarangan.

Keindahan Wisata Tanah Karo di Sumatera Utara Yang Mempesona Penuh Misteri

Kawasan wisata ini memliki …

Pulau Sumatera merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang kaya akan berbagai macam tempat wisata. Salah satu tempat wisata alam paling populer di pulau Sumatera adalah Danau Toba. Namun tahukah Anda, selain Danau Toba, ternyata Sumatera memiliki tempat wisata alam lain yang tak kalah menakjubkan, yaitu Wisata Berastagi.

Berastagi merupakan tempat wisata yang juga menawarkan berbagai macam keindahan alam dan budaya Pulau Sumatera. Wisata Berastagi terletak di Sumatera Utara, tepatnya di dataran tinggi Karo. Tempat wisata ini memiliki udara yang sangat sejuk karena berada pada ketinggian 1300 mdpl. Bahkan dalam waktu-waktu tertentu udara di tempat wisata ini pun bisa mencapat suhu 16 derarjat celcius sehingga mengharuskan Anda memakai pakaian tebal dan berbagai macam perlengkapan yang bisa menghangatkan tubuh. Dengan kondisi alam tersebut.

Tempat wisata Berastagi juga dikenal sebagai tempat penghasil buah-buahan dan sayuran segar sehingga dijadikan sebagai sentral pasar hasil perkebunan dan pertanian. Meski memiliki kondisi alam yang cukup dingin, Berastagi ternyata berada diantara gunung berapi yang masih aktif. Kedua gunung tersebut adalah Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung.

Sebelum populer menjadi tempat wisata, Berastagi juga memiliki fakta sejarah, dimana tercatat bahwa penduduk asli Berastagi merupakan keturunan Kerajaan Haru yang menjadi penguasa terbesar di wilayah Sumatera kala itu.

Perjalanan Ke Wisata Berastagi dari Kota Medan

Jarak tempat wisata Berastagi dari Kota Medan memang cukup jauh, yaitu sekitar 70 km. Untuk menuju tempat wisata ini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum dari Kota Medan kurang lebih selama 2 jam. Sepanjang perjalanan menuju Berastagi, Anda akan disuguhkan indahnya pemandangan yang berada di sisi kiri dan kanan jalan. Berastagi merupakan surga wisata yang dimiliki oleh Tanah Karo. Di tempat ini Anda bisa menemukan banyak hal menarik yang dapat membuat Anda ingin segera mengunjungi tempat wisata ini. Untuk mengetahui berbagai macam hal yang menarik dari Kota Markisa ini, berikut beberapa hal menarik dari Berastagi yang harus Anda ketahui.

Berastagi memiliki banyak tempat wisata alam yang sangat indah. Salah satu tempat wisata alam yang patut Anda kunjungi adalah Air Terjun Sikulikap. Air Terjun Sikulikap ini terdapat di daerah Penatapan yang menjadi batas antara Karo dan Deliserdang. Kondisi alam yang masih alami membuat suasana di sekitar air terjun ini terlihat sangat asri dan indah, ditambah lagi dengan hijaunya hutan pinus yang berada di sekeliling air terjun tersebut. Air terjun Sikulikap memiliki air yang biru dan jernih sehingga dapat memanjakan mata wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Selain memiliki tempat wisata alam yang indah, Berastagi juga memiliki tempat wisata rohani bagi umat Budha. Tempat wisata rohani tersebut adalah Taman Alam Lumbini, di tempat wisata tersebut terdapat pagoda yang mirip dengan Pagoda Shwedagon di Myanmar. Taman Alam Lumbini terletak di bawah gunung Sibayak yang menjadi salah satu gunung pengapit Berastagi. Pagoda yang terdapat di tempat wisata ini di cat dengan warna emas sehingga memancarkan cahaya yang sangat megah. Di bagian halaman pagoda, Anda dapat menemukan berbagai macam tanaman bunga dan pepohonan yang sangat asri dan indah.

Yang Menarik dari Wisata Berastagi

Hal menarik lainnya dari tempat ini adalah beredar kabar bahwa Berastagi pernah dijadikan tempat pengasingan sementara presiden pertama Indonesia, Soekarno saat ditahan oleh para penjajah Belanda. Rumah yang dijadikan sebagai tempat pengasingan Soekarno ini terletak di Belakang Bukit Kubu, Berastagi. Rumah tersebut tentu menjadi saksi sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Demikianlah ulasan singkat tentang tempat wisata yang berada di Tanah Karo, Berastagi. Sebagai gambaran, Anda bisa mengunjungi link video diatas, untuk melihat keindahan alam yang dimiliki oleh Berastagi.

Video Keindahan Jembatan Ampera Palembang YG Mempesona

Di jembatan ini ternyata ….

Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan yang unik yang terletak di kota Palembang Sumatra Selatan terutama ketika matahari terbenam hingga larut malam.

Dan berikut foto foto menariknya ketika malam tiba ….

Jembatan Ampera photo

Photo by Sayid BudhiAll Rights Reserved

The Ampera, Ampera Bridge (Jembatan Ampera) at Palembang, South of Sumatera – Indonesia

Jembatan Ampera photo

Photo by anjar wisnubrotoAll Rights Reserved

Jembatan Ampera, Jembatan Ampera di waktu malam dari River Side view – Kota Palembang

Jembatan Ampera photo

Photo by Eko_PoetraAll Rights Reserved

Jembatan Ampera photo

Photo by DimasWahyuAttribution-NonCommercial License

Jembatan Ampera photo

Photo by DimasWahyuAttribution-NonCommercial License

Jembatan Ampera photo

Photo by DimasWahyuAttribution-NonCommercial License

Jembatan Ampera photo

Photo by DimasWahyuAttribution-NonCommercial License

Jembatan Ampera photo

Photo by DimasWahyuAttribution-NonCommercial License

jembatan ampera malam photo

Photo by ghostdyAll Rights Reserved

jembatan ampera malam photo

Photo by saptekaAll Rights Reserved

jembatan ampera malam photo

Photo by Mizan PhotographyAll Rights Reserved

jembatan ampera malam photo

Photo by hari darmawanAll Rights Reserved

jembatan ampera malam photo

Photo by ryo.eshaAll Rights Reserved

jembatan ampera malam photo

Photo by Mizan PhotographyAll Rights Reserved

jembatan ampera malam photo

Photo by climingAll Rights Reserved