Rasa Minder? Ingat Tuhan Memberi Kemampuan Hebat pada Semua Orang

Punya rasa minder? Kamu selalu menyingkir dari kerumunan ketika pembicaraan menuju pada pencapaian masing-masing.

Kamu merasa tidak nyaman karena merasa tidak ada satu hal pun dari dirimu yang patut dibanggakan.

Kamu lebih nyaman sendirian agar tidak ada yang bertanya-tanya tentang pekerjaanmu, apalagi penghasilan.

Kamu tidak pernah mau datang ke reuni sekolah atau kampus. Kamu selalu ingin bersembunyi jika undangan reuni datang. Semua karena kamu merasa minder pada semua orang.

Teman, sadarkah kamu bahwa Tuhan sudah memberikan kemampuan terhebat untuk semua orang?

Kalau kamu masih merasa minder dan merasa tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan, ada dua kemungkinannya.

Pertama, kamu belum mengenali diri sendiri.

Kedua, kamu belum menggali potensi diri sendiri.

Kita bahas yang pertama terlebih dahulu. Kamu belum mengenali diri sendiri, sehingga merasa tidak punya apa-apa untuk dibanggakan.

Tunggu dulu!

Kamu bercermin setiap hari, kan? Apakah kamu tidak menyadari bahwa wajahmu menarik? Bentuk alis,  mata, hidung, semuanya sempurna. Ini sudah menjadi satu kelebihan kamu.

Oke, kalau wajahmu tidak sesempurna itu. Sekarang, lihat prestasimu di bangku sekolah atau kuliah. Nilai-nilaimu selalu lebih tinggi dibandingkan dengan teman-teman.

Guru atau dosen lebih senang minta bantuanmu daripada yang lain, karena hasil kerjamu bagus dan memuaskan. Nah, ini juga kelebihanmu.

Itu baru dua hal. Masih banyak hal lain di dalam diri kamu yang menonjol. Siapa bilang kamu tidak punya kelebihan yang patut dibanggakan? Kamu hanya belum mengenal dirimu, kok.

Yang kedua, kamu belum menggali potensi. Sebenarnya potensimu sudah ada, tapi belum kamu gali lebih dalam, sehingga belum menghasilkan sesuatu yang maksimal.

Di sini tugasmu adalah menggali potensi untuk terus dikembangkan. Hilangkan rasa minder. Jangan bosan menggali diri. Setelah itu, kamu akan tercengang melihat hasilnya.

Tuhan menciptakan manusia dengan segala kehebatannya. Kamunya saja yang mungkin belum menyadari.

This entry was posted in Inspirasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *